Selasa, 22 Mei 2012

WHAT'S IN a NAME? A lot

Jika kadang-kadang nama tidak begitu mesti dipentingkan sebagaimana ungkapan what's in a name, sebaliknya seringkali nama bisa bermakna banyak sekali dan harus mendapat perhatian khusus, baik secara linguistik (hadoh, belum apa-apa udah berat gene), estetika dan atau secara filosofi dan semangat yang mendasarinya. Bahkan dalam Islam katanya nama itu adalah doa.

Jadi bila di hari-hari yang lain dalam momen-momen terdahulu, saya bisa melabeli blog posting sekenanya, menamai karya semauguwe, menandai folder setidakmencurigakan mungkin (nah lho? folder apa nih? hehe..), lain halnya ketika harus menamai anak pertama saya, yang kini dipanggil Kakang. Meskipun ngga intensif kebangetan googling arti nama, tapi di masa-masa kehamilan Susan, ada saja hari-hari saya menyelipkan kesempatan untuk memikirkan nama.


Buat saya, nama itu seperti kita ingin menghasilkan sebuah desain, bagus secara filosofi (makna), dan indah secara estetika, selebihnya yah tambah hiasan deh, hehehe... hiasan bagus yah, FORM FOLLOW FUNCTION FOLLOW FUN.


Dari awal sebelum Susan mengandung, saya bertekad untuk mengait-kaitkan nama generasi penerus saya dengan kesundaan, selain karena memang saya orang Sunda juga ya untuk ikut berkontribusi memelihara bahasa ibu, bahasa Sunda, ngeri juga sih di Bandung ini udah banyak yang walopun ngerti bahasa Sunda, tapi udah kesulitan berdialog menggunakan bahasa keren ini. Kengerian ini semakin menjadi ketika membayangkan 20 tahun lagi, seabad lagi mungkin jika masih Tuhan berkehendak bumi ini eksis, mungkin bahasa Sunda sudah lenyap.


Lalu apa hubungannya nama Kakang dengan kontribusi tadi, bukankah itu cuma nama saja? Nah disinilah yang saya bilang spirit tadi, sekarang kita bisa mengerti betapa nama dalam beberapa hal bisa sangat dahsyat fungsinya, karena saya menamai Kakang dengan segala maksudnya, kemudian Kakang jadi seperti sign system yang menghimbau orang-orang yang ingin mengajak ngobrol untuk sebaiknya menggunakan bahasa Sunda saja jika bisa, menjadi semacam media persuasif yang mengajak lingkungan di dekatnyah (pake H) untuk bercanda secara sundawi (halah...), itu gambar besarnya. Grand Theme nya ya itu.


Mudah-mudahan lah banyak juga yang terinspirasi, selalu saja ribuan langkah adalah dimulai dengan satu langkah pertama. Ayo, jangan sampai Bahasa Sunda musnah.


O iya, untuk arti harafiah dari nama Kakang, di posting selanjutnya yah, btw, itu selain ada sunda-sundaan, saya selipin juga kearab-araban yang disunda-sundain, yah itu Fun nya... :)



Pake kacamata dolo biyarr gawoll
Pasti pada speechless. Udah tau kok...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar