Rabu, 23 Mei 2012

kakang di imunisasi


Hari kemaren kakang diboyong lagi ke Limijati, ketemuan sama dr,Suzi Sjahid. Engga, kakang enggak sakit kok, tapi mau dikasih imunisasi tambahan.Sebulan terakhir ini, emaknya cukup gencar dan lumayan puyeng juga nyari info soal imunisasi tambahan ini, dari mulai harga (nongkrong dilist pertama), sama pro-consnya mengenai perlu atau tidaknya  imunisasi tambahan ini. Beberapa artikel dan literatur medis hasil semedi dan ngedupain mbah gugel dilahap habis. Hasil awalnya; emaknya tambah keliyengan. Cari shortcut, ngehubungin beberapa kolega emaknya semasa kerja dolo yang emang dokter, rata-rata sih bilangnya, kalo ada budgetnya sih silahkan, tp kalo engga juga gapapa, soalnya medical based evidencenya masih kurang kalo disini (khusus buat pcv yah, casenya masih dari luar).

Jadi akhirnya setelah banyak diskusi sama bapaknya kakang, kita akhirnya mutusin, setelah pake acara nengokin isi dompet dulu yang tebel sama ktp, sim, struk belanjaan sama atm, kita tetep mu ngasih imunisasi tambahan. Kenapa?karena meskipun harganya emang maharani abis, tapi kita nganggapnya itu sebagai investasi sehat dan bentuk kasih sayang kita sama kakang. Maklum sebagai pegawe kuli pribadi aka wirausaha yang masih belon kebeli asuransi kesehatan yang stand alone, kita beneran fokus sama kesehatannya kakang. Kalo emak bapaknyakan udah tau history kesehatannya gimana. Lagian emaknya mikir, dulu kalo belanja yang ga “penting” macam baju, sepatu ato kosmetik, mu harganya hampir 10-20 persen gaji juga ko bisa ditebak aja tanpa pikir panjang-dasar-impulsive-buyer, masa buat kakang, pake itung2an segala sih.

Dan lagi sebagai orang tua, jadi kerasa bener yah, saat kita punya pengharapan-pengharapan akan massa depan anak kita supaya lebih dari emak-bapaknya. Begitu juga kita, emaknya sih berharap nanti kakang bakal punya kesempatan untuk kerja ataopun sekolah diluar negeri. Bapaknya malah pengen kakang sekolah di camp Nou, beu..hasrat yang ga tersalurkan bapaknya ini mah. Jadi kalopun Consnya-ga-usah-tambah-imunisasi-karena-angka-penderita-di Indonesia-minim, lah kakangnya kan mu keluar negeri. Jadi yowis, tambah aja yah J Mudah-mudahan usaha emak-bapaknya jadi semacam doa juga yah, amien.

Setelah survey sana-sini, ada by phone dan hasil gugling. Kita mutusin kalo kita mu imunisasinya di limijati aja, karena harga imunisasinya yang paling rasional dan sesuai sama isi dompet yang tadi ditengokin itu. Sayang bener yah, di era digital ini, masih ada beberapa RS dan RSB yang masih belum punya webnya sendiri, kalopun ada masih bentuk blog gratisan, jadinya info yang ada kalo ga urdu yah ga lengkap. Padahal kalo diisi seinformatif mungkin, bakal sangat membantu. Apalagi sasaran konsumennya kan pasti yang udah melek IT. Anyho, berikut ini emaknya kakang mu kasih liat hasil perbandingan harga imunisasi di beberapa RS dan RSB bandung, as seen below;

Nama Dagang
Penyakit
Limijati
Hermina Arcamanik
Sentosa
Emma Poeradireja
Remarks
Infanrix
DPT
260.500
307.500
-
-
Yang kosong, ga dapet infonya
Tetra-HIB
DPT-HIB
203.280
240.200
250.000
-

Infanrix-HIB
DPT+HIB+Polio
381.150
436.200
420.000
350.000


Pediacel
DPT+HIB+Polio
410.000
484.200
500.000
450.000

Polio
Polio
25.000
12.500
-
-

DPT-HB
DPT
33.000
-
-
-

DPT Combo
DPT
45.000
-
-
-

Rotarix
Rotavirus
281.875
 -
300.000
300.000

Synflorix
IPD, PCV 10 Strains
477.950
564.900
1.000.000
600.000

Prevenar
IPD, PCV 13 Strains
748.000
884.000
1.000.000
800.000

Engerix
Hepatitis B
64.150
75.800
150.000
125.000

HB Pax
Hepatitis B
-
79.000
-
-

*tabel di atas purely cuma buat perbandingan aja yah, tidak ada maksud buat mendiskreditkan institusi yang disebut. Beneran cuma buat pertimbangan dari sudut pandang konsumen aja yang emang cari best price.


daftar harga limijati



2 komentar:

  1. Eh, Ada yang butuh KULKAS VAKSIN UNTUK penyimpanan vaksin ga?
    Bisa diminta dikirimkan untuk ke seluruh indonesia lho

    KULKAS VAKSIN

    klik aja , liat dulu gapapa

    BalasHapus